Ketergantungan Emosi untuk Pria Oleh: Mike Ensley

Ketergantungan Emosi untuk Pria

Oleh: Mike Ensley

Ucapan terima kasih khusus kepada Lori Rentzel, pengarang sumber buku kecil Emotional Dependency (Ketergantungan Emosi).

Originally published by Exodus International as “Emotional Dependency for Guys” by Mike Ensley

© 2007 Exodus International, All Rights Reserved

Exodus International

PO BOX 540119

Orlando, FL 32854 USA

Telephone:  +1-888-264-0877

www.exodus.to

Diterjemahkan oleh: Pancaran Anugerah

www.PancaranAnugerah.org

Edisi terjemahan telah mendapat izin dari penerbit buku asli.

Kecuali dengan catatan lain, semua kutipan ayat-ayat Alkitab dalam buku ini dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru LAI ©1974

Versi revisi:  Maret 2008

Ketergantungan Emosi Untuk Pria

oleh Mike Ensley

Saya bertemu dengan “Greg” di sekolah menengah melalui tim drama. Suatu hari ia datang kepada saya dan minta saya untuk membuatnya tertawa, jadi saya melakukannya. Sejak itu dapat dikatakan kami tidak bisa dipisahkan.

Sulit sekali bagi saya untuk mendapatkan orang lain yang memiliki rasa humor yang sama, kesukaan yang sama dalam hal menonton dan hobi, jadi sungguh sangat menyenangkan untuk bisa bersama-sama. Dan kami sering pergi bersama-sama. Saya selalu menikmati kebersamaan dengan Greg, sehingga saya selalu memikirkannya bilamana saya tidak bersama dia. Dalam hal apapun saya terlibat, saya selalu memikirkan cara supaya dia juga terlibat di dalamnya.

Akhirnya kami masuk perguruan tinggi yang sama dan banyak mengambil mata kuliah yang sama. Ketika kami mulai jauh dari teman-teman sekolah menengah kami, maka kami bahkan semakin dekat. Dia adalah seorang pria yang sangat penuh kasih sayang dan  bagi dia tidak ada masalah untuk memeluk saya, dan kadang-kadang kami bahkan bergelut bersama. Dia begitu penuh perhatian, sering menelepon saya dan memberi saya hadiah kecil atau surat pendek.

Namun ada sisi gelap dari  persahabatan yang kelihatannya memuaskan ini. Tidak peduli seberapa besar kasih Greg kepada saya, saya selalu ingin lebih. Walaupun kami sudah seharian bersama-sama, namun pada akhirnya saya pulang dengan semacam perasaan frustrasi dan rasa tidak puas. Dia sangat sosial dan bila saya melihat dia tertawa dengan laki-laki lain, saya menjadi iri. Saya selalu kuatir, ”Bagaimana jika dia lebih menyukai mereka?”

Kemudian Greg punya teman wanita, dan dengan cepat hubungan mereka menjadi serius. Dan waktu itu ada sesuatu dalam diri saya yang sungguh sangat terluka. Dia selalu ingin menyendiri dengan pacarnya, dan persahabatan kita menderita oleh karenanya. Sungguh saya tidak tahan memikirkan mereka sedang berciuman.  Hal itu membuat saya sangat marah – suatu rasa marah yang membuat saya tidak berdaya dan depresi. Saya menyadari bahwa saya juga cemburu pada pacarnya.

Atas dasar kenyataan bahwa pada saat yang sama saya mencoba mengatasi pergumulan saya dengan homoseksualitas, maka hal ini adalah suatu  kenyataan yang membuat saya putus asa. Saya berpikir bahwa saya sedang belajar untuk membangun persahabatan yang sehat! Saya berpikir bahwa saya sedang mulai berubah! Tetapi sebaliknya saya telah “jatuh cinta” pada sahabat karib saya. Saya merasa sebagai pecundang.

Yang lebih buruk lagi adalah persahabatan saya dan Greg berakhir. Pada akhirnya rasa iri hati saya terhadap pacarnya berubah menjadi kepahitan. Melalui ucapan yang sarkastik dan gosip saya menyabot persahabatan kami, dan persahabatan kami semakin buruk keadaannya. Pada waktu dia bukan lagi menjadi bagian dari hidup saya, itu rasanya seperti kehilangan anggota badan dalam suatu kecelakaan yang tragis. Saya mengalami depresi selama berminggu-minggu.

Ini adalah pengalaman yang paling buruk dalam hidup saya, dan yang lebih berat lagi adalah bahwa hal ini terjadi lebih dari sekali, dengan orang lain. Saya baru menyadarinya setelah beberapa waktu kemudian saya mengetahui bahwa ada namanya untuk hal seperti ini yaitu Ketergantungan Emosi.

Apa itu Ketergantungan Emosi?

Yang sebenarnya adalah, Greg bukan hanya sahabat karib saya. Saya telah mencoba membuatnya menjadi sahabat karib, kakak laki-laki, mentor, ayah saya dan jujur, bahkan menjadi allah saya!  Yang pasti bagi saya, dia lebih penting dari pada Tuhan. Tetapi mengapa saya, sebagai orang Kristen, melakukan hal seperti itu?

Mungkin karena saya masih mencari hal-hal seperti itu: seorang kakak laki-laki, seorang mentor, seorang ayah, dan Tuhan. Inilah peranan-peranan yang belum dipenuhi secukupnya dalam hidup saya. Ini bukanlah keinginan-keinginan yang menyimpang; ini semua adalah kebutuhan yang sungguh-sungguh, dan saya benar-benar membutuhkannya untuk dipenuhi. Tetapi yang terjadi adalah ketergantungan emosi jika kita mencoba untuk mengkonsolidasikan semua kebutuhan itu dalam diri satu orang saja. Untuk sementara waktu, kita dapat mempunyai ilusi bahwa hal ini berhasil, dan kita menjadi sangat terikat dengan obyek dari kebutuhan kita. Tetapi akhirnya praktek yang tidak sehat ini akan menguasai Anda, sama seperti apa yang terjadi pada diri saya.

Saya mencoba memenuhi semua kebutuhan emosional saya hanya dalam diri satu orang saja, yaitu teman saya Greg. Masalahnya adalah ia tidak akan pernah dapat memenuhi semuanya.

Bagaimana Saya tahu bahwa itu adalah Ketergantungan Emosi?

Ada tanda-tanda dari suatu ketergantungan yang tidak sehat yang dapat Anda lihat dalam persahabatan Anda.  Banyak dari hal ini yang pertama kali ditonjolkan dalam buku kecil Lori Rentzel, Ketergantungan Emosi :

* Anda hanya ingin melewatkan waktu hanya dengan teman Anda saja—tidak ingin orang lain terlibat.
* Anda menjadi cemburu jika teman Anda bergaul dengan orang lain atau menunjukkan rasa sayang kepada orang lain.
* Anda merasa sangat kecewa atau mengalami depresi bila mereka tidak bisa bersama Anda.
* Anda tidak bisa berhenti memikirkan mereka.
* Anda hanya merasa bahagia, percaya diri, damai, atau dekat dengan Tuhan bila Anda berada bersama dengan orang ini.
* Anda tidak mempunyai teman dekat yang lain.
* Anda bersikap membela diri dan tertutup tentang persahabatan ini.
* Anda seringkali melakukan hal-hal yang tidak ingin Anda lakukan hanya untuk menyenangkan orang ini.
* Hubungan ini memiliki sifat emosional naik dan turun yang ekstrem; suatu hari Anda merasa sangat puas dan melambung tinggi, dan pada hari lain Anda merasa hancur dan marah.
* Anda berkhayal mengenai orang ini, mungkin juga (tetapi tidak harus) secara seksual.
* Berada dekat dengan orang ini memicu kelakuan yang membuat ketagihan, seperti alkohol atau pornografi.

Anda akan menemukan bahwa Anda memikirkan hal-hal seperti berikut ini:

* Saya tidak dapat hidup tanpa dia.
* Dialah satu-satunya orang yang dapat mengerti saya.
* Dia orang yang sempurna!
* Apa yang akan saya lakukan jika saya kehilangan dia?

Sebagian besar dari hal-hal tersebut adalah benar dalam hubungan saya dengan Greg.  Walaupun sesungguhnya kami tidak pernah mempunyai hubungan homoseksual, namun secara emosi kami telah melakukannya. Pada kenyataannya, meskipun saya tidak pernah tertarik kepada dia secara seksual, namun berada dekat dengannya seringkali memicu untuk melampiaskannya melalui pornografi di internet, masturbasi, atau bahkan terhadap orang lain.  Hal ini disebabkan karena berada dekat dengannya menimbulkan suatu keinginan akan keintiman yang amat sangat dalam di hati saya.

Kebenaran yang menyakitkan adalah bahwa hubungan seperti ini adalah mutlak merupakan dosa dan menghancurkan. Pertama-tama itu adalah dosa karena hal itu sudah melanggar perintah yang pertama: jadikan Tuhan yang terutama dalam hatimu dan jangan menyembah allah lain atau apapun juga. Hal ini seringkali terbukti dari cara-cara kita yang mengkompromikan integritas kita demi hubungan yang tidak sehat – melalaikan tanggung jawab, mementingkan diri sendiri, melanggar batasan seksual, dsb.

Dengan perkataan lain, itu adalah penyembahan berhala.

Hal itu juga menghancurkan kita. Sama dengan orang yang ketagihan makanan yang tidak sehat, kita mencoba untuk mengisi suatu kebutuhan dengan sesuatu yang tidak pernah akan memuaskan kita. Dan dalam proses itu kita akan kehilangan apa yang baik dan yang benar-benar memuaskan.

Nah, sebelum Anda menjadi lebih tertekan lagi ketika membaca ini, saya ingin mengatakan bahwa situasi ini tidak semuanya buruk. Anda adalah pribadi yang diciptakan untuk menikmati hubungan dengan sesama, dan itu adalah sangat baik dan wajar! Anda mendambakan keintiman yang sejati, dan itu adalah sesuatu yang Tuhan ingin berikan kepada Anda.

Semua pria menginginkan keintiman emosi dan relasi dengan pria lain; hal itu bukanlah hanya suatu kebutuhan dari pergumulan mereka yang homoseks. Bila Anda memperhatikan kelakuan anak laki-laki, Anda akan melihat bahwa mereka hanya mau bermain dengan anak laki-laki lain, mereka terpukau dengan anak laki-laki yang lebih tua, dan mereka mencintai ayah mereka. Mereka mempunyai keinginan yang sama dengan Anda, tetapi mungkin Anda merasa bahwa tidak ada orang yang dapat memenuhi keinginan Anda, dan itu masih ada di dalam hati Anda …. menuntut untuk dipenuhi. Tuhan peduli akan jeritan hati Anda!

Bagian yang terberat adalah bahwa untuk mendapatkan keintiman yang sejati dengan Tuhan dan orang lain maka kita harus melepaskan pengganti yang murahan.

Itulah apa yang disebut ketergantungan emosi: suatu pemalsuan dari apa yang sesungguhnya kita rindukan. Mungkin itu akan membuat Anda merasa lebih enak untuk jangka waktu yang pendek, tetapi jika Anda mau jujur dengan diri sendiri, Anda akan melihat bahwa hal itu akan membuat Anda merasa lapar, marah dan terisolasi—hal itu telah mencuri damai sejahtera dan sukacita Anda.

Jadi jangan putus asa karena melepaskan kebiasaan yang tidak sehat ini. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang ingin Anda pertahankan, bukan?

Jadi Sekarang Apa?

Anda sudah mengenali masalahnya, dan itu merupakan langkah pertama. Sekarang Anda bertanya-tanya, “Selanjutnya apa?” Apakah Anda harus memutuskan hubungan itu sama sekali atau hanya mundur satu atau dua langkah saja? Apakah Anda perlu konseling, ataukah berbicara dari hati ke hati dengan Bapak pendeta akan menolong?  Berikut ini adalah beberapa langkah untuk membuat strategi menuju pemulihan.

Pertama-tama jangan terlalu menghukum dan menghakimi diri sendiri karena pergumulanmu.!  Ya memang di sini ada dosa yang perlu Anda bereskan dan bertobat darinya, tetapi jangan menghakimi diri sendiri terlalu keras. Seperti yang saya katakan sebelumnya, Anda adalah seorang mahluk sosial yang mendambakan hubungan keakraban yang sejati. Masalahnya adalah bahwa Anda juga adalah seorang yang punya kekurangan dan permasalahan—selamat datang ke planit bumi!

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.   (1 Korintus 10:13 TB)

Ini bukanlah suatu pergumulan merusak moral yang ekstrem, dan bukan hanya pria yang mempunyai perasaan homoseks saja yang bergumul dengan ketergantungan emosi. Pada kenyataannya, banyak orang bergumul dengan rasa suka yang tidak sehat dengan orang lain (heteroseksual), tetapi tidak ada seorangpun yang menunjukkan dengan jelas bahwa itu adalah dosa karena seringkali hal itu disamarkan sebagai “romans” atau “percintaan” heteroseksual yang “normal”.

Pencobaan-pencobaanmu adalah sama.

Hal penting lainnya adalah menyadari bahwa diperlukan dua orang untuk membentuk suatu ketergantungan yang tidak sehat. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda lebih menyerupai Greg dalam cerita saya. Kita tahu apa yang mendorong saya ke dalam hubungan itu, tetapi bagaimana dengan dia?

Greg mewakili orang yang dianggap sebagai pasangan yang “lebih kuat” dalam hubungan ketergantungan. Tetapi kebenarannya adalah, bahwa jauh di dalam lubuk hatinya, dia juga sangat membutuhkannya sama seperti saya—hanya dia berbeda caranya dalam memenuhi kebutuhannya yang terdalam. Itu yang kita sebut sebagai ”memampukan” (enabling).  Melalui kelakuannya, ia memampukan saya untuk mengembangkan suatu hubungan penyembahan berhala dengan dia.

Yang Memampukan (The “Enabler”)

Yang memampukan ditarik kepada seorang yang secara emosi tergantung karena dia sendiri mempunyai suatu kebutuhan yang kuat untuk merasa bahwa dirinya berharga dan penting. Walaupun mereka mungkin adalah seorang yang lebih sosial, namun sesungguhnya mereka merasa lebih kesepian dari pada yang orang sangka. Apabila ada orang yang membutuhkan sangat tergantung dan menempel kepada mereka, maka hal itu akan membuat mereka merasa dirinya penting, berhasil dan kuat.

Yang memampukan juga tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Mereka pikir mereka mengasihi dengan cara yang tidak mementingkan diri sendiri, seperti Kristus. Sesungguhnya, mereka tidak bisa mengatakan ”tidak”—bahkan bila mereka sesungguhnya ingin—karena takut ditolak oleh orang yang tergantung dan kehilangan kepuasan yang didapat dari hubungan mereka. Akibatnya, batasan-batasan yang sehat dikesampingkan.

Jika Anda adalah seorang yang memampukan (si “enabler”) dalam suatu hubungan ketergantungan emosi, maka Anda mungkin mempunyai suatu perasaan yang campur aduk antara rasa suka dan penyesalan terhadap orang itu. Meskipun Anda merasa bahwa Anda adalah pasangan yang lebih berkuasa, tetapi kebenarannya adalah bahwa mereka mampu memanipulasi dan mengontrol Anda karena mereka memenuhi kebutuhan Anda untuk dibutuhkan.

Hal yang Rumit

Hubungan yang tidak sehat tidaklah sesederhana seperti A-B-C. Ada kemungkinan Anda akan menemukan diri Anda berada dalam kedudukan yang berubah-ubah. Kadang-kadang Anda menjadi seperti orang yang lemah dan sangat putus asa dan membutuhkan; di saat-saat yang lain Anda menjadi lebih seperti orang yang kuat dan stabil (si enabler).

Apapun kondisi Anda pada saat itu, adalah sangat penting untuk menyadari bahwa Anda tertarik pada pola hubungan yang rusak karena ada bagian yang hancur dari hati Anda. Langkah-langkah berikutnya dalam buku kecil ini akan menolong Anda untuk kembali ke jalan yang mengejar keintiman ilahi yang membangun dan memuaskan.

Penilaian yang Jujur

Anda perlu dengan jujur mengukur sampai seberapa jauh keterikatan yang tidak sehat ini telah terjadi.  Apakah itu hanya sebuah pergumulan emosi? Atau apakah Anda telah membiarkan pikiran dan khayalan Anda lepas tak terkendali?  Apakah rasa suka yang tidak sehat ini melibatkan kedua belah pihak atau hanya satu pihak saja?  Batasan-batasan apa yang sudah dilanggar?

Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda perlu sama sekali memutuskan hubungan itu atau tidak. Tidak selalu harus demikian, tetapi berikut ini ada beberapa tanda-tanda bahwa memutuskan adalah tindakan yang terbaik:

* Anda telah bersama-sama terlibat dalam perbuatan seks.
* Intensitas emosi dari hubungan itu telah sangat mempengaruhi sisa hidup Anda.
* Anda tidak dapat menetapkan dan mempertahankan batasan-batasan yang sehat dengan orang ini.

Jika ada dari hal-hal yang tersebut di atas itu benar, maka Anda harus memutuskan hubungan itu, paling tidak untuk sementara waktu. Dalam hal keterlibatan seks, maka pemutusan hubungan itu harus bersifat permanen. Hubungan yang diciptakan oleh keintiman seks adalah sangat kuat, dan godaan untuk melakukannya lagi dengan orang itu akan selalu datang kembali.

Kadang-kadang yang perlu Anda lakukan adalah mundur beberapa langkah dan berpikir dengan jernih. Hal ini benar, terutama bila Anda pernah mengalaminya di masa lalu dan sudah berhasil mengidentifikasi, menghadapi, dan mulai menjalani proses pemulihan terhadap kecedenrungan yang menuju kepada ketergantungan emosi ini.

Bagaimana Memutuskan Hubungan

Hampir tidak ada yang lebih berat dari pada memutuskan suatu hubungan, terutama suatu hubungan di mana sebagian besar dari kebutuhan Anda terpenuhi. Jangan mencoba melakukannya seorang diri secara tiba-tiba dan sekaligus. Carilah dukungan.

Beri tahu seorang mentor yang dapat dipercaya, pendeta atau pemimpin kelompok, bahwa ini adalah sesuatu yang perlu Anda lakukan. Jika Anda mempunyai teman-teman lain yang bisa dipercaya dan Anda mempunyai hubungan yang sehat dengan mereka, ceritakan kepada mereka juga.  Orang-orang ini bukan saja dapat menolong Anda untuk bertanggung jawab, tetapi juga mengasihi, mendoakan dan mendukung Anda ketika Anda mengambil langkah yang sangat sulit ini.

Begitu Anda mendapatkan dukungan dan pertanggungan jawab, beritahu orang itu bahwa Anda harus memutuskan hubungan, alasannya mengapa, dan bahwa Anda tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi.

Kadang-kadang lebih baik melakukannya melalui surat. Suatu percakapan secara pribadi atau melalui telepon tidak dianjurkan, karena dapat menimbulkan suatu argumentasi atau pencobaan. Melalui email juga tidak dianjurkan, karena hal itu membuka pintu untuk respons yang cepat (mencobai Anda untuk duduk di situ, membuka inbox Anda, untuk melihat apa jawaban mereka kepada Anda). Berdoalah, dan berbicaralah kepada seseorang dan putuskan cara yang terbaik.

Apa yang Anda paling butuhkan adalah pemutusan hubungan. Anda harus menganggapnya sebagai komunikasi yang terakhir antara Anda berdua. Buatlah satu komitmen dengan Tuhan, partner Anda yang bertanggung jawab, dan Anda sendiri, untuk tidak menerima telepon sama sekali atau membaca surat maupun email dari orang ini.

Mungkin sekaranglah waktu yang tepat untuk menemui seorang konselor Kristen jika Anda belum pernah menemui seorang konselor. Emosi Anda sedang kacau balau, dan Anda butuh pelepasan yang sehat dan masukan yang sehat. Datanglah ke hadapan Tuhan secara pribadi (atau waktu kebaktian doa) dan mencurahkan isi hati adalah satu keharusan—tetapi sebaiknya dilakukan dengan orang yang juga dapat mengerti. Konseling Kristen yang baik sangat dianjurkan. Exodus atau Pancaran Anugerah dapat menolong Anda menemukan orang yang seperti itu di daerah di mana Anda berada. (www.exodus.to   /  www.PancaranAnugerah.org)

Hanya Mundur Satu Langkah

Apabila tidak diperlukan sebuah pemutusan hubungan yang permanen, maka beberapa langkah yang tidak drastis akan menolong Anda untuk kembali ke jalur hubungan yang benar.

Sama halnya seperti dalam situasi yang pertama, Anda tentunya ingin mendapatkan pertanggungan jawab dan dukungan—teman-teman yang dapat dipercaya dan seorang mentor atau konselor yang mengenal Anda dan yang tahu apa yang telah Anda lalui. Lebih dari segalanya, Anda membutuhkan orang-orang yang sehat dengan siapa Anda dapat jujur dan dapat menghadapi kenyataan.

Anda perlu mengevaluasi batasan-batasan Anda dan mempertimbangkan untuk merevisinya. Mungkin untuk sementara waktu Anda jangan bertemu sendirian dengan orang ini. Mungkin ketertarikan secara jasmani (afeksi / kasih sayang) antara Anda berdua, walaupun tidak secara seksual, telah berada di luar kendali. Bicarakanlah dengan orang yang memahaminya. Tetapkan batasan-batasan baru yang akan membuat Anda berada dalam zona yang aman, misalnya: selalu melibatkan teman-teman lain apabila Anda harus mengerjakan sesuatu sampai larut malam, ke luar malam untuk bersantai tidak lebih dari satu atau dua kali dalam satu minggu, dsb.

Apabila Anda telah mengambil langkah-langkah ini dan masih terus bergumul keras dengan hubungan ini, maka Anda perlu mempertimbangkan untuk sama sekali memutuskan hubungan tersebut.

Mungkin akan sering ada gejala seperti ketergantungan emosi pada tingkat tertentu ketika Anda mengembangkan suatu hubungan dekat yang Anda nikmati. Ingat bahwa pencobaan itu tidak sama dengan dosa. Gol Anda bukanlah untuk menahan agar perasaan itu tidak pernah kembali lagi, tetapi supaya Anda dapat hidup bebas dari keterikatan yang tidak sehat itu.

Ambillah Langkah-Langkah Menuju Kesembuhan

Apabila Anda seperti saya dulu dan hanya ingin bersembunyi di kamar saja, maka hal terakhir yang tidak boleh Anda lakukan adalah mengisolir diri sendiri. Anda mencoba menghentikan memenuhi kebutuhan Anda dengan cara-cara yang tidak sehat, tetapi Anda tetap masih mempunyai kebutuhan yang sah! Anda masih tetap seorang mahluk relasional yang memiliki berkat dan karunia untuk diberikan kepada orang lain dalam hidup Anda.

#1  Jangan hanya berfokus pada kebutuhan Anda sendiri.

Anda mempunyai kebutuhan-kebutuhan, tetapi kalau Anda terus menerus hanya melihat ke dalam diri sendiri dan hanya memikirkan bagaimana memuaskan diri sendiri, maka sebenarnya Anda menghalangi orang lain dari cara-cara di mana Anda dapat melayani mereka dan memenuhi kebutuhan mereka. Ironisnya adalah semakin Anda hanya memikirkan kebutuhan Anda sendiri maka sebenarnya Anda menghalangi dipenuhinya kebutuhan tersebut.

Berdoalah untuk suatu sikap yang tidak mementingkan diri sendiri dan carilah selalu cara-cara untuk dapat melayani. Misalnya dengan menjadi sukarelawan/wati di gereja. Atau mengundang salah seorang dari anak remaja atau dewasa muda untuk makan siang dengan Anda dan teman-teman Anda. Atau menolong pendeta Anda dalam mengerjakan tugas sehari-hari di rumah atau di kantornya. Anda akan menemukan bahwa hati yang ditujukan untuk memperhatikan orang lain akan merasa lebih puas dibandingkan dengan hati yang hanya memikirkan diri sendiri.

#2  Lepasakan khayalan tentang “sahabat karib”.

Tidak ada salahnya kita mempunyai sahabat karib; banyak orang mempunyai sahabat karib. Tetapi jenis persahabatan yang dimiliki kebanyakan orang bukanlah sama seperti yang mungkin Anda bayangkan dalam pikiran Anda. Terlalu sering kita mencari dengan tidak henti-hentinya akan seseorang yang dapat memenuhi semua kebutuhan kita, melengkapi kita dalam segala sesuatu, dan secara khusus serta sepenuhnya hanya memperhatikan kita saja.

Yang sebenarnya adalah bahwa orang seperti ini tidak ada. Anda tidak akan pernah menemukan seseorang—baik pria maupun wanita—yang cocok dengan keinginan itu. Hubungan yang sejati membutuhkan kesabaran, batasan-batasan, pengertian, pengorbanan dan sedikit pergumulan. Hal itu tidak berarti bahwa mereka tidak berharga; itu hanyalah salah satu dari kenyataan hidup dalam dunia yang hancur ini.

Jangan juga mencoba memenuhi harapan yang tidak realistis dari orang lain. Jangan jatuh dalam penilaian diri yang salah (merasa diri penting dan signifikan) yang timbul karena orang lain bergantung pada Anda. Anda tidak bertanggung jawab untuk kebahagiaan atau emosi dari siapa pun kecuali diri Anda sendiri.

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.    (Efesus 4:2 TB)

#3  Bertemanlah sebanyak mungkin.

Tidak masalah bila Anda adalah orang yang lebih suka pada kelompok yang lebih kecil dan lebih intim ketimbang kelompok besar dan banyak kenalan. Masalahnya adalah ketika kita memfokuskan semua energi relasi kita hanya pada satu orang saja. Bahkan pasangan yang sudah menikah pun tidak dapat melakukannya—tidak seorangpun yang dapat menanggung seluruh beban kebutuhan orang lain (ingat Anda juga tidak dapat melakukannya untuk siapa pun).

Adalah suatu peraturan yang baik untuk mempunyai paling sedikit tiga atau empat teman di mana Anda secara aktif saling berhubungan. Adalah juga penting untuk berusaha menjalin hubungan yang beraneka ragam. Para mentor, misalnya, dapat memberikan bimbingan dan sebuah tipe kasih dan kepedulian yang lebih bersifat seperti orang tua yang kita semua dambakan. Demikian pula Anda juga dapat menjadi mentor bagi orang lain bila Anda sudah siap. Hati Anda merindukan bukan saja untuk dikasihi, tetapi juga untuk mengasihi orang lain. Apabila Anda menginginkan teman-teman yang sehat dan konsisten, Anda perlu menjadi seorang teman yang sehat dan konsisten.

#4  Terimalah bahwa selalu akan ada pergumulan dalam hidup ini.

Kita hidup dalam dunia yang rusak dan hancur yang tidak sempurna dalam setiap aspek. Bahkan ketika kita berbalik kepada Kristus dan mempunyai hubungan dengan Tuhan, masih saja ada dosa dan luka-luka dalam diri kita yang belum disembuhkan 100% sampai kita ke surga. Tetapi kuatkanlah hatimu, sebab anugerahNya cukup bagi kita.

Sampai hal itu terjadi, Alkitab berkata bahwa hati kita akan merindukan untuk disatukan dengan Tuhan, sampai kita akhirnya akan mencerminkan gambarNya tanpa noda. Dosa, kematian, dan rasa sakit akan tidak ada lagi.

Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.  (Roma 8:23 TB)

#5  Peliharalah hubunganmu dengan Tuhan supaya tetap hidup.

Pada akhirnya Tuhanlah yang bertanggung jawab untuk segala kebutuhan kita. Perlu pergumulan untuk menemukan bagaimana hal itu sesungguhnya terjadi, tetapi pastikan Anda secara terus menerus mencari Tuhan dan hubungan istimewa yang Ia ingin miliki dengan Anda. Jadikanlah Dia bagian dari pengalaman Anda sehari-hari. Pada intinya Anda diciptakan untuk mengasihi—dan dikasihi oleh—Dia.

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.”    (Yohanes 15:9 TB)

Narasumber Lainnya

Pancaran Anugerah       www.pancarananugerah.org

Pancaran Anugerah adalah sebuah pelayanan Indonesia yang menolong menyediakan dukungan dan narasumber bagi pria dan wanita yang bermasalah dengan kehancuran relasi-seksual. Pelayanan ini berafiliasi dengan Living Waters International (www.desertstream.org)

Exodus International       www.exodus.to

Keberadaan Exodus adalah untuk memberikan dukungan dan bimbingan kepada pribadi-pribadi dan keluarga-keluarga yang terpengaruh oleh homoseks. Di website mereka Anda dapat membaca artikel-artikel yang memberikan informasi, kesaksian-kesaksian orang lain seperti Anda, dan menemukan pelayanan lokal untuk dukungan pribadi.

Living Hope Forums       www.livehope.org

Living Hope menyediakan pelayanan online yang luas. Forum-forum mereka adalah tempat yang aman untuk anak muda berhubungan dengan orang-orang Kristen yang mengerti apa yang telah mereka alami.

Healing for the Soul       www.healingforthesoul.org

Pelayanan yang berbasis di Colorado, USA ini menawarkan konseling Kristen yang inovatif melalui kantor-kantor mereka setempat atau melalui telepon.

Hope for the Heart     (di Amerika Serikat telepon +1-800-488-4673)

Untuk saat-saat di mana Anda membutuhkan seseorang untuk berbicara, Anda dapat menghubungi konselor-konselor Kristen yang terlatih pada sambungan telepon penolong ini.

Bacaan yang Direkomendasikan

Growth Into Manhood

Oleh Alan Medinger

Sebuah buku yang luar biasa dengan pandangan-pandangan yang segar dan memberi semangat yang praktis untuk laki-laki yang bergumul untuk bertumbuh ke dalam kedewasaan yang penuh.

Relational Masks

Oleh Russell Willingham

Sebuah buku yang melihat lebih dalam kepada penghalang-penghalang yang tidak sehat yang menghalangi kita untuk dapat mengalami keintiman seperti yang Tuhan inginkan.

Semua buku yang tersebut diatas dan sumber bacaan lainnya dapat diperoleh di Exodus Bookstore www.exodusbooks.org

informasi :

www.pancarananugerah.org

Add comment November 2, 2009

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di
pekarangan sendiri.

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Bersyukurlah !
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan .
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?

Bersyukurlah !
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu .
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar .

Bersyukurlah !
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit .
Karena Di masa itulah kamu tumbuh …

Bersyukurlah !
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu .
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang .

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru .
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu .

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat .
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga .

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih .
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan .

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal baik…
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut…
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu …

Thanx Friend.

Add comment May 15, 2009

Penjagamu Tidak Pernah Terlelap

“Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. IA takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap” (Mazmur 121: 2-3)

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk di dewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut dibawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.

Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan “begitu kejam” melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu ada bagi kita..

Add comment May 10, 2009

Sahabat Sejati

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (Yes 40:29)

Yesaya 40 : 25 - 31
Mazmur 58 – 60

Ada gula, ada semut. Peribahasa ini tampak begitu nyata dalam kehidupan orang-orang yang ditinggalkan teman-temannya pada saat mengalami kegagalan. Kenyataan membuktikan bahwa lebih mudah mendapatkan teman pada saat segala sesuatunya berjalan dengan baik, sukses, dan gemilang. Tetapi di saat-saat yang sulit; dalam kebangkrutan, kegagalan dan penderitaan, mereka berpaling pergi. Teman sejati adalah mereka yang tidak meninggalkan temannya sekalipun dalam duka dan keadaan sulit.

Melebihi seorang teman sejati di dunia, Tuhan adalah Sahabat sejati bagi kita. Dia tak pernah meninggalkan kita dalam situasi seburuk apa pun. Firman-Nya, “Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (Yosua 1:5). Saat dunia mencampakkan orang yang gagal, Dia justru datang untuk menolong orang-orang yang sakit, menghibur yang berduka, memberikan kelegaan kepada mereka yang letih lesu dan berbeban berat, memberikan kekuatan kepada yang lelah, dan menambah semangat kepada yang tak berdaya. Dia sangat peduli kepada kita!

Saat ini, apakah Anda sedang membutuhkan dukungan semangat dari seorang teman? Sekalipun Anda tidak dapat melihat-Nya secara fisik, Anda dapat merasakan kehadiran-Nya dengan nyata. Dia memberikan dukungan semangat setiap saat kepada kita untuk terus berjuang melakukan yang terbaik. Dia tak pernah mengabaikan kita. Dia selalu ada bagi kita, Dia sangat mengasihi kita. Hidup kita begitu berharga bagi-Nya, sehingga Dia memberikan nyawa-Nya untuk menebus kita. Maka, bersandarlah teguh kepada-Nya. Andalkanlah Dia, Sahabat kita, Sang Sumber kekuatan kita.- HA

MELANGKAHLAH BERSAMA-NYA, SAHABAT SEJATI KITA MAKA TIDAK ADA ALASAN BAGI KITA UNTUK MENYERAH DALAM HIDUP!

____________ _________ _________ _________ _____

Yesaya 40 : 25 – 31

40:25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.

40:26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.

40:27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel : “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”

40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,

40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Add comment May 10, 2009

The Devil & The Duck

There was a little boy visiting his grandparents on their farm.
(a
da seorang anak laki2 mengunjungi kakek nenek nya di pertaniannya)
cid:_2_02E9436002E93F98003521F0472575A8
He was given a slingshot to play with out in the woods..

(dia diberikan senapan u/bermain diluar dengan kayu2)

He practiced in the woods; but he could never hit the target.
(dia berlatih menggunakan kayu, tapi dia engga bisa mengenai sasaran)

Getting a little discouraged, he headed back for dinner.
(dia putus asa, dan dia berbalik untuk m
akan malem)

As he was walking back he saw Grandma’s pet duck.
(sewaktu dia sedang berjalan kebelakang, dia melihat bebek peliharaan nenek)

cid:_2_02E9492002E93F98003521F0472575A8
Just out of impulse, he let the slingshot fly, hit the duck square in the head and killed it. He was shocked and grieved!

(secara reflek, dia menggunakan katapel tsb dan memukul bebek tepat di kepala dan mati. dia sangat kaget dan tercengang)

In a panic, he hid the dead duck in the wood pile; only to see his
Sister watching! Sally had seen it all, but she said nothing.

(didlm kepanikan, dia menyembunyikan bangkai bebek di lubang kayu dan saudara perempuannya melihatnya!
Sally melihat semuanya, tapi dia tdk mengatakan apa2..)
cid:_2_02E94EC002E93F98003521F0472575A8
After lunch the next day Grandma said, ‘Sally, let’s wash the dishes’

(setelah mkn siang, esoknya nenek berkata, Sally,tolong cucikan piring)

But Sally said, ‘Grandma, Johnny told me he wanted to help in the kitchen.’
(tapi Sally berkata, nenek, jonny bilang dia ingin membantu di dapur)

Then she whispered to him, “Remember the duck?’
(kemudian dia berbisik kepadanya, inget bebek itu?)

So Johnny did the dishes.
(jadi, jonny yang mencuci piring)

Later that day, Grandpa asked if the children wanted to go fishing and Grandma said, ‘I’m sorry but I need Sally to help make supper.’
(hari berikutnya, kakek menyuruh apakah kalian mau memancing, da
n nenek berkata, wah sayang sekali tapi Sally hrs membantuku membuat sarapan malam)

Sally just smiled and said, ‘well that’s all right because Johnny told me he wanted to help?
(
Sally hanya tersenyum, hm…tidak apa2 karena Jonny bilang akan membantu nenek)

She whispered again, ‘Remember the duck?’ So Sally went fishing and Johnny stayed to help.
(dia berbisik kembali, Inget bebek itu?? jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal untuk membantu nenek)

cid:_2_02E9587002E93F98003521F0472575A8
After several days of Johnny doing both his chores and Sally’s; he

Finally couldn’t stand it any longer.

(s
etelah bbrp hari Johny dikerjain Sally, akhirnya engga tahan lagi)

He came to Grandma and confessed that he had killed the duck.
(dia datang kepada nenek dan mengaku bhw dia telah membunuh bebek nya)

Grandma knelt down, gave him a hug and said, ‘Sweetheart, I know. You see, I was standing at the window and I saw the whole thing, but because I love you, I forgave you. I was just wondering how long you would let Sally make a slave of you.’

(nenek berlutut, dan memeluknya dan berkata, SAYANG, NENEK TAHu…. KAMU TAHU, NENEK SEDANG BERDIRI DEKAT JENDELA DAN NENEK MELIHAT SEMUANYA, TAPI KARENA NENEK MENGASIHI KAMU, NENEK MEMAAFKAN KAMU. NENEK BERHARAP BERAPA LAMA KAMU AKAN MEMBIARKAN SALLY MEMPERBUDAK KAMU)

cid:_2_02E95F9402E93F98003521F0472575A8
Thought for the day and every day thereafter:
Whatever is in your past, whatever you have done….? And the devil keeps throwing it up in your face (lying, cheating, debt, fear, bad habits, hatred, anger, bitterness, etc.)…whatever it is….You need to know that:

God was standing at the window and He saw the whole thing..

(apapun yg terjadi di masa lalu, apapun yg kamu lakukan..iblis memperlihatkan kembali kepada kita, kebohongan, ketakutan, hutang, amarah, kepahitan, kebiasaan buruk dll..) apapun itu…KAMU PERLU TAHU BAHWA..

TUHAN SEDANG BERADA DI JENDELA DAN DIA MELIHAT SEMUANYA…)

He has seen your whole life… He wants you to know that He loves you and that you are forgiven. He’s just wondering how long you will let the devil make a slave of you.
(DIA sedang melihat semua hidup kamu. DIA ingin kamu mengetahui bhw IA mengasihimu dan kamu telah diampuni. DIA hanya berharap berapa lama kamu akan membiarkan iblis memperbudak kamu)

The great thing about God is that when you ask for forgiveness;
(Hal yang terbesar tentang TUHAN adalah ketika kamu meminta pengampunan)

He not only forgives you, but He forgets.
Dia tdk hanya mengampuni kamu, tapi dia melupakan..

It is by God’s grace and mercy that we are saved.
Go ahead and make the difference in someone’s life today.
Share this with a friend and always remember:
God is at the window!cid:_2_02E9699802E93F98003521F0472575A8

When Jesus died on the cross; he was thinking of you!
(ketika Yesus mati di kayu salib, dia memikirkan kamu)

cid:_2_02E96CB802E93F98003521F0472575A8

Add comment May 7, 2009

When We Have to Choice

Dikutip dari: ” When We Have to Choice ”

Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas & kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas & kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas & kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas & mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah MEMILIH & MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH & MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN & SETENGAH HARI LAGI UTK MEMUTUSKAN.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd salah seorang rakyatnya, ‘Apa yg kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu di sini??

Jawab orang itu: ‘Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu.’

Lalu tanya prajurit itu lagi: ‘Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?’

Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis.’

Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu kepadanya, ‘Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau sudah lebih dari cukup?’

Jawab orang kaya itu, ‘Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. ‘

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, ‘Mengapa engkau diam di sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?’

Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka prajurit bertanya lagi,’Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?’

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih mendekat lagi, ‘Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ‘

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: ‘Tuan,saya ini orang miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini. Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu.’

‘Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau kepadaku kalau engkau tidak tahu.’ Tanya prajurit itu lagi.

‘Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg tahu mana yg emas & mana yg kuningan, mana yg 1 karat & mana yg 24 karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting.’ Jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran, ‘Mengapa bisa begitu?’

‘Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas Tuan.’

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yg sudah saya ambil.’

‘Tidakkah engkau mengambil emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?’ Tanya prajurit lagi.

‘Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI PUNYA SAYA INI.

Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja & merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni.’

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata,’Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia tidak menghargai raja.’

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu. Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk menanyakannya.

Demikianlah raja yg baik hati & bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup ataupun yg telah menikah:

~ BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN

(setengah hari untuk memilih)

MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu.

Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.

~ BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN

(setengah hari untuk merenungkan)

Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat. Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin hubungan) dan MENYELARASKAN HATI.

Anda bersamanya…Begitu Anda tahu tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak. ‘CINTA SELALU BERJUANG’ Jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati, karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda.

Yg terpenting adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN & CINTA, SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN BAIK hal ini.

~ BAGI YANG TELAH MENIKAH

(setengah hari untuk memutuskan)

Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan orang kaya di atas.

Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya.

Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai lagi??

Ingatlah si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda.

Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA…!!!!!

Add comment April 28, 2009

PERIHAL HIKMAT

THE WAHANADHARMANUSACENTER [WDNC]

[ Seri : "Membangun Spiritual Keluarga Indonesia" ]

============ ========= ========= ========= ===

[SQ]

Renungan Harian

“Air Hidup”

Selasa, 28 April 2009

Baca: Mazmur 111:1-10

PERIHAL HIKMAT

“Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.” Mazmur 111:10.

Ketika memerintah sebagai raja atas Israel menggantikan ayahnya (Daud), Salomo berdoa kepada Tuhan agar diberi hikmat supaya ia dapat memimpin rakyatnya dengan baik, serta faham menimbang perkara. Salomo tidak meminta umur panjang atau kekayaan, melainkan pengertian untuk membuat keputusan. Tuhan pun mengabulkan.

“…sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hal yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.” (1 Raja-Raja 3:12b).

Karena hikmatnya Salomo menjadi raja yang terkenal dan disegani bangsa-bangsa lain. Begitu pentingkah hikmat itu? Arti kata hikmat menurut kamus bahasa Indonesia adalah kebijaksanaan atau kepandaian, dan bisa disimpulkan bahwa hikmat adalah kemampuan menimbang segala sesuatu dengan benar, berakal budi dan mulia. Daud berkata, “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan,” (Mazmur 111: 10a). “Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi.” (Ayub 28:28). Salomo pun menegaskan demikian (Amsal 9:10).

Kita berpikir semua bentuk pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan formal (bangku sekolah) atau membaca buku sebanyak mungkin. Memang itu sangat berguna, namun pengetahuan yang kita dapatkan tersebut hanya mampu meningkatkan kecerdasan intelektual kita saja. Hakikat sesungguhnya dari pengetahuan adalah takut akan Tuhan dan menjauhi segala jenis kejahatan, di mana kedua hal tersebut saling terkait (tidak dapat dipisahkan): Seseorang yang takut akan Allah akan menjauhi segala jenis kejahatan. Takut yang dimaksud bukanlah seperti saat kita melihat hantu atau binatang buas, namun penghormatan dan penghargaan terhadap Pribadi Tuhan karena Dia adalah Allah yang kudus, yang di dalamnya terkandung unsur ketaatan dan keengganan kita melakukan dosa. Oleh sebab itu Musa berpesan; “Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu..” (Ulangan 4:6).

Jadilah umat Allah yang penuh dengan hikmat supaya kehidupan kitasemakin dikenan oleh Allah! - - [ WDNCenter_RH join ]

Add comment April 27, 2009

CINTA LEBIH PENTING DARIPADA HADIAH APAPUN

Seorang laki-laki pergi ke luar negeri untuk bekerja dan meninggalkan gadis tunangannya tersedu-sedu. “Jangan khawatir, aku akan menulis surat untukmu setiap hari”, katanya. Selama bertahun-tahun laki-laki itu memang

menulis surat untuk tunangannya. Tetapi karena dia senang dengan pekerjaannya, dia tidak merencanakan untuk pulang dalam waktu dekat.

Suatu hari, dia menerima undangan pernikahan. Ternyata kekasihnya akan segera menikah. Dengan siapa ? Dengan tukang pos yang tiap hari mengantar surat yang dia tulis. Jarak pemisah telah membuat hati berubah.

Lelaki malang itu merenung, “Lho, apa salahku. Aku mengiriminya surat-surat, coklat, dan bahkan bunga-bunga”.

Ketika dalam suatu hubungan terjadi masalah, daftar barang-barang yang telah diberikan atau hal-hal yang telah dilakukan untuk seseorang, akan tiba-tiba muncul untuk dipermasalahkan. Kita akan berkata “Saya telah memberimu  ini dan itu… Saya telah melakukan semuanya demi kamu”.

Tampaknya cinta dapat dibuktikan secara mudah hanya dengan pemberian hadiah-hadiah dan perbuatan baik. Namun, walaupun hadiah-hadiah itu penting juga, cinta memerlukan hal yang mendasar: KEHADIRAN. Kehadiran sang kekasih, kehadiran orang yang dicintai. Pengamatan saya terhadap anggrek ibu saya dapat dijadikan contoh. Saat ibu saya pergi agak lama, bunga-bunga itu tampak tak subur dan banyak diantaranya yang layu. Tapi saat ia kembali hadir, bunga-bunga itu mekar dengan indahnya. Padahal ibu saya tidak melakukan hal-hal yang luar biasa. Ia hanya memberikan banyak waktunya untuk berbicara dan merawat mereka.

Saya kira, orang lebih memerlukan kehadiran perhatian dan kepedulian. Cinta secara fundamental adalah sebuah komitmen terhadap seseorang. Kita dapat mempunyai komitmen terhadap bisnis, pekerjaan, hobi, olahraga, maupun keanggotaan di klub, tetapi dapat dikatakan dengan tegas: semua itu tidak dapat mencintai kita. Hanya orang lain yang dapat membalas cinta kita, dan untuk itu, komitmen tertinggi sebagai manusia adalah memberikan waktu kita dengan orang yang kita cintai. Dan karena manusia memerlukan kasih sayang dan makanan, hadiah-hadiah material hanya dapat - secara terbatas - membantu untuk mengembangkan cinta. Tapi itu semua tidak dapat menggantikan kehadiran pribadi, yang merupakan hadiah terbesar!

Martha sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dia yakin harus bekerja keras, karena ia mencintai ayahnya yang sedang sakit kanker. Dia harus membeli obat-obatan yang mahal. Saudara-saudaranya yang lain tetap tinggal

dengan ayah mereka hampir setiap saat. Mereka memandikannya, bernyanyi untuknya, menyuapi makan, ataupun sekedar menemani sang ayah.

Suatu hari Martha sakit hati. Dia mendengar sang ayah berkata kepada ibunya, “Semua anak-anak kita mencintaiku kecuali Martha”. “Bagaimana mungkin?”, pikir Martha. “Bukankah aku yang bekerja mati-matian untuk mendapatkan uang guna membeli semua obat-obatan? Saudara-saudaraku bahkan tidak berbagi

sebesar yang aku berikan”.

Suatu hari, Martha pulang larut malam seperti biasanya. Dia mengintip untuk pertama kalinya, ke dalam kamar di mana ayahnya berbaring. Dia melihat ayahnya masih terjaga, maka dia memutuskan untuk datang mendekat di

samping tempat tidur ayahnya. Ayahnya memegang kedua tangan Martha dan berkata, “Aku merindukanmu. Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi.

Tinggalah dan temani aku”. Dan itu yang ia lakukan, semalaman ia tinggal menemani ayahnya, berpegang, menggenggam tangannya.

Pagi harinya martha berkata pada semua orang, “Aku mengambil cuti. Aku ingin menemani Ayah. Mulai saat ini aku akan memandikan dan bernyanyi untuknya”. Sebuah senyum bahagia muncul menghias wajah ayahnya. Kali ini ia tahu Martha mencintainya.

Have a positive day!

Add comment April 27, 2009

TUHAN BERPERANG GANTI KITA (1)

“Air Hidup”

Selasa, 7 April 2009

Baca: 2 Tawarikh 20:1-19

c

“Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan.” 2 Tawarikh 20:3a

Kemenangan atas bani Amon dan Moab adalah salah satu sejarah terbesar yang dimiliki bangsa Israel dan bisa dikatakan sangat spektakuler. Bukan hanya karena hasil rampasannya yang banyak, seperti tertulis: “Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya.” (ayat 25), tetapi juga sebagai bukti bahwa Allah Israel adalah Allah yang perkasa, yang senantiasa menyertai dan membela umat-Nya, sehingga “Ketakutan yang dari Allah menghinggapi semua kerajaan negeri-negeri lain, ketika mereka mendengar, bahwa Tuhan yang berperang melawan musuh-musuh Israel.” (ayat 29).

Kemenangan di medan perang bukan hal baru lagi bagi bangsa Israel. Ketika mereka berperang mengandalkan Tuhan, sudah dipastikan mereka berhasil mengalahkan musuh dengan gilang-gemilang. Sungguh benar firmanNya: “Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.” (Keluaran 14:14). Tetapi kemenangan atas bani Amon dan Moab kali ini terasa begitu istimewa karena diraih tanpa harus mengerahkan pasukan ke medan perang. Apakah ini pemberian cuma-cuma dari Tuhan? Apa perbuatan Israel sehingga Tuhan menyatakan perlindungan- Nya secara luar biasa? Adalah raja Yosafat yang langsung bertindak tepat: mencari Tuhan begitu mendengar kabar adanya serangan dari orang-orang Moab, Amon dan juga Meunim.

Banyak orang Kristen memutuskan datang kepada Tuhan setelah menemui jalan buntu dan menempatkan Tuhan sebagai alternatif terakhimya, bukankah demikian? Sebenamya, raja Yosafat dapat secara langsung mengerahkan pasukan yang kuat untuk berjaga-jaga, karena “Di Yehuda ia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan. Banyak perbekalannya di kota Yehuda. Orang-orang perangnya ada di Yerusalem, sernuanya pahlawan yang gagah perkasa.” (2 Tawarikh 17:12b-13).

Yosafat sadar bahwa tanpa penyertaan TUHAN, semuanya tidak akan berhasil.

Add comment April 9, 2009

Ulat Kecil

Ulat Kecil

Dikisahkan, ada seekor ulat kecil sejak lahir menetap
di daerah yang tidak cukup air,
sehingga sepanjang hidupnya, dia selalu
kekurangan makanan. Di dalam hati kecilnya ada
keinginan untuk pindah dari rumah lamanya demi mencari
kehidupan dan lingkungan yang baru. Tapi dari hari ke
hari dia tidak juga memiliki keberanian untuk
melaksanakan niatnya. Hingga suatu hari, karena kondisi
alam yang semakin tidak bersahabat, si ulat terpaksa
membulatkan tekat memberanikan diri keluar dari rumahnya,
mulai merayap ke depan tanpa berpaling lagi ke belakang.

Setelah berjalan agak jauh, dia mulai merasa bimbang,
katanya dalam hati, “Jika aku sekarang berbalik kembali
ke rumah lama rasanya masih keburu, mumpung aku belum
berjalan terlalu jauh. Karena kalau aku berjalan lebih
jauh lagi, jangan-jangan jalan pulang pun takkan
kutemukan lagi, mungkin aku akhirnya aku tersesat
dan… entah bagaimana nasibku nanti!”
Ketika si ulat sedang maju mundur penuh kebimbangan dan
pertimbangan,  tiba-tiba ada sebuah suara menyapa
di dekatnya,
“Halo ulat kecil! Apa kabar? Aku adalah kepik.
Senang sekali melihatmu keluar dari rumah lamamu.
Aku tahu, engkau tentu bosan kekurangan makan karena
musim dan cuara yang tidak baik terus menerus.
Kepergianmu tentu untuk mencari kehidupan yang lebih
baik, kan”.
Si ulat pun bertanya kepada si kepik yang sok tau,
“Benar kepik. Aku memutuskan pergi dari sarangku untuk
kehidupan yang lebih baik. Apakah engkau tau, apa yang
ada di depan sana?”
“oh…Aku tahu, jalan ke depan yang akan kau lalui,
walaupun tidak terlalu jauh tetapi terjal dan berliku,
dan lebih jauh di sana ada sebuah goa yang gelap yang
harus kau lalui, tetapi setelah kamu mampu melewati
kegelapan, aku beritahu, pintu goa sebelah sana
terbentang sebuah tempat yang terang, indah dan
sangat subur. Kamu pasti menyukainya. Di sana kau pasti
bisa hidup dengan baik seperti yang kamu inginkan”.

Si kepik dengan bersemangat memberi dorongan kepada
ulat yang tampak ragu dan ketakutan.
“Kepik, apakah tidak ada jalan pintas untuk sampai ke
sana?” Tanya ulat.
“Tidak sobat. Jika kamu ingin hidup lebih baik dari
hari ini, kamu harus melewati semua tantangan itu.
Nasehatku, tetaplah berjalan langkah demi langkah,
fokuskan pada tujuanmu dan tetaplah berjalan.
Niscaya kamu akan tiba di sana dengan selamat.
Selamat jalan dan selamat berjuang sobat!” sambil
berteriak penuh semangat, si kepik pun
meninggalkan ulat.

Pembaca yang budiman,

Memang benar…. kemenangan, kesuksesan adalah milik
mereka yang secara sadar, tau apa yang menjadi
keinginannya sekaligus siap menghadapi rintangan
apapun yang menghadang serta mau memperjuangkannya
habis habisan melalui cara2 yang benar sampai
mencapai tujuan akhir yaitu kesuksesan.

Pengertian sukses secara sederhana demikian,
telah di praktekkan oleh manusia sukses berabad abad
lampau sampai saat ini sesuai dengan
bidangnya masing2.

Maka …untuk meraih kesuksesan yang maksimal,
kita tidak memerlukan teori teori kosong yang rumit.
Cukup tau akan nilai yang akan di capai dan take
action! Ambil tindakan!

Add comment April 9, 2009

Previous Posts


Feeds

Pages

Calendar

November 2009
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Archives

Links

Meta

Recent Posts

Tags

Categories

Categories

Categories

Categories

Categories